Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Workshop Penyusunan Renstra dan Renop Berbasis Kinerja Dorong Perencanaan FTK UIN Alauddin Makassar Lebih Terukur

Workshop Penyusunan Renstra dan Renop Berbasis Kinerja Dorong Perencanaan FTK UIN Alauddin Makassar Lebih Terukur

PMT Online - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Berbasis Kinerja di Sultan Alauddin Hotel & Convention, Makassar, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ismarli Muis, S.Psi., M.Si., Psikolog, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Negeri Makassar (UNM), sebagai pemateri. Workshop dirancang untuk mendorong penyusunan dokumen perencanaan yang tidak sekadar bersifat administratif, tetapi menjadi instrumen kerja yang mampu mengarahkan, mengukur, dan memperbaiki kinerja unit kerja.

Dalam materi workshop, Dr. Ismarli Muis menekankan pentingnya membangun “satu garis pandang” mulai dari arah institusi, sasaran, kontribusi unit kerja, pelaksanaan program, bukti kinerja, hingga perbaikan berkelanjutan. Arsitektur tersebut menghubungkan RIP, Renstra Universitas, Renstra Fakultas, Renstra Program Studi, Renop tahunan, hingga evidence untuk SPMI dan akreditasi. 

Workshop diarahkan untuk mengubah cara pandang terhadap Renstra dan Renop. Renstra dan Renop tidak diposisikan hanya sebagai dokumen perencanaan, tetapi sebagai alat kerja yang menghubungkan sasaran strategis dengan pelaksanaan dan bukti kinerja. Dalam bahan workshop disebutkan bahwa tujuan kegiatan mencakup penyamaan pemahaman mengenai fungsi Renstra, Renop, RKT, RBA, SPMI, LED/DKPS, dan evidence; penyusunan draft kerja setiap program studi; serta penyiapan tindak lanjut berupa format baku, daftar kesenjangan data, PIC, tenggat waktu, dan mekanisme review. 

Pendekatan tersebut diperkuat melalui enam materi utama, yaitu konsep Renstra–Renop, analisis kondisi dan SWOT, perumusan VMTS dan sasaran, indikator dan target, cascading Fakultas–Program Studi, serta penyusunan Renop yang terintegrasi dengan SPMI dan akreditasi. Luaran workshop mencakup draft awal Renstra/Renop setiap program studi, matriks indikator dan target, matriks cascading Fakultas–Program Studi, serta Renop yang terintegrasi dengan SPMI dan akreditasi. 

Salah satu penekanan penting dalam workshop adalah bahwa perencanaan strategis harus dimulai dari data dan evidence, bukan dari daftar kegiatan yang ingin dilaksanakan. Analisis kondisi diarahkan melalui tahapan baseline dan gap, SWOT/TOWS, isu strategis, kemudian diterjemahkan menjadi sasaran dan indikator. 

Peserta juga diarahkan untuk memilih isu strategis berdasarkan urgensi, dampak, dan kelayakan, sekaligus mencatat data yang belum tersedia sebagai data gap yang harus ditindaklanjuti dengan penanggung jawab dan tenggat waktu. 

Pendekatan ini kemudian dilanjutkan dengan penyusunan indikator kinerja yang memiliki definisi, formula, satuan, sumber data, PIC, baseline, target, dan evidence. Dengan demikian, indikator tidak sekadar berupa jumlah kegiatan, tetapi menjadi ukuran yang menunjukkan apakah sasaran strategis benar-benar mengalami perubahan. 

Materi lainnya memberikan perhatian khusus pada cascading Renstra Fakultas ke Program Studi. Cascading dipahami bukan sebagai proses copy-paste sasaran dan target Fakultas, melainkan sebagai proses menerjemahkan sasaran tingkat Fakultas menjadi kontribusi yang relevan dan dapat dikendalikan oleh masing-masing Program Studi. Dalam pendekatan tersebut, kontribusi Program Studi mempertimbangkan mandat, baseline, kapasitas, risiko, serta kekhasan masing-masing. Karena itu, keselarasan tidak berarti semua Program Studi harus memiliki sasaran dan target yang sama. 

Pada bagian akhir, workshop menekankan pentingnya mengintegrasikan Renop dengan sistem penjaminan mutu internal dan akreditasi. Renop diarahkan untuk memuat sasaran, indikator, gap, program, kegiatan, output, PIC, waktu, anggaran, risiko, serta evidence.

Dengan pendekatan tersebut, satu aktivitas diharapkan sekaligus menghasilkan kinerja, mutu, dan bukti yang dapat digunakan dalam monitoring dan evaluasi, Audit Mutu Internal (AMI), Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), tindak lanjut, serta kebutuhan akreditasi. 

Bahan workshop menegaskan bahwa Renop yang kuat bukan sekadar daftar acara, melainkan rantai logika dari sasaran hingga evidence. Bahkan penyusunan Renop seharusnya dimulai dari pertanyaan mengenai intervensi yang paling mungkin menggerakkan indikator dari baseline menuju target, bukan dari kalender kegiatan rutin. 

Melalui workshop ini, FTK UIN Alauddin Makassar diharapkan semakin mampu membangun sistem perencanaan yang berbasis kinerja, terukur, berbasis data, selaras antara Fakultas dan Program Studi, serta terintegrasi dengan SPMI dan sistem akreditasi. Dengan demikian, Renstra dan Renop tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi menjadi instrumen pengendalian dan peningkatan mutu kelembagaan secara berkelanjutan.


Penulis : Dr. Nur Yuliany, M.Si

Editor : Anastasya Istiqamah